Jumat, 09 Juli 2010

Mengatur Jam Server di Linux

Tips singkat cara mengupdate jam di Linux Anda. Bisa menggunakan perintah date, atau jika terhubung ke Internet bisa disingkronkan dengan NTP server.

Ubah Manual

Dengan menggunakan perintah date, Anda bisa mengubah jam server. Caranya ketik perintah date lalu diikuti dengan bulan tanggal jam dan menit (format MMDDhhmm).

Contoh, ingin mengubah jam server Anda menjadi bulan 11 Juli, jam 16:30. MM kita isi dengan 07 (bulan ke tujuh), DD kita isi dengan 11 (tanggal 11), dan hh kita isi dengan 16 (jam 16), dan mm kita isi dengan 30 (menit ke 30).

date 07111630


Bagaimana kalau beda jamnya sampai beda tahun? Sama seperti tadi, cuma diujung tambahkan dua digit tahun. ketikkan date lalu diikuti MMDDhhmmYY.

Misal, kita ingin mengubah jadi 11 Juli 2009, jam 16:30

date 0711163009

Mensinkronkan dengan NTP server

Jika server Anda terkoneksi ke Internet, cara paling mudah adalah dengan mensinkronkan dengan NTP server. Instal terlebih dahulu paket ntpdate.

apt-get install ntpdate

Setelah itu sinkronkan dengan NTP server yang Anda pilih. Misal,

ntpdate id.pool.ntp.org

Jam server selalu telat 7 jam setelah server di restart

Kemungkinan besar, Anda menset jam di linux ke GMT. Sehingga saat di restart jam BIOS terset ke waktu GMT, jika Anda berada di daerah waktu Indonesia bagian barat, jam Anda berbeda 7 jam dengan jam di GMT.

Di Ubuntu, coba sunting berkas /etc/default/rcS.

Cari baris

UTC=yes

Lalu ganti menjadi

UTC=no

sumber : ngadimin.com

Read more ...

Waspadalah, 2010 Virus Facebook Kian Marak

JAKARTA (Arrahmah.com) – Setidaknya ada dua virus yang mengancam pengguna Facebook di Indonesia. Pengguna disarankan hati-hati, karena serangan virus dengan modus operandi mengeksploitasi Facebok akan makin marak di masa datang.

Perusahaan antivirus Vaksincom mencermati, saat ini setidaknya ada dua virus yang mengancam pengguna Facebook. Virus itu bukan menyebar di Facebook, tapi memanfaatkan jejaring sosial popular itu untuk menjaring korban dan bertujuan mendapatkan akun FB.

“Menurut hemat kami, di tahun ini serangan virus dengan modus operandi mengeksploitasi FB akan makin marak seiring makin populernya FB,” kata CEO Vaksincom Alfons Tanuwijaya, di Jakarta.

Ia menambahkan di dunia virus berlaku hukum pembuat virus akan mengincar sistem operasi atau aplikasi yang paling popular. Hal itu karena korban potensialnya lebih besar.

Oleh karena itu komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows lebih menarik dibuat virusnya dibandingkan Mac OS Leopard atau Linux, karena penggunannya paling banyak. Sementara sistem operasi Windows Mobile atau BlackBerry lebih sedikit mendapat serangan, karena secara de facto market ponsel masih dikuasai oleh sistem operasi Symbian.

“Saat ini dua virus yang cukup berbahaya dalam mengeksploitasi FB adalah Bredolab dan Zbot,” kata Alfons.

Bredolab merupakan virus lama yang menyebarkan diri sebagai lampiran e-mail. Sebelumnya, virus ini seolah-olah datang dari DHL. Jika dijalankan, maka virus akan menyebabkan komputer terinfeksi.

Memanfaatkan Facebook yang popular, pembuat virus mengubah e-mail seakan-akan dari administrator Facebook. Pembuat virus meminta password reset Facebook dan menjalankan satu aplikasi yang isinya program berbahaya.

“Jika aplikasi itu dijalankan, maka korbannya akan dibuat pusing tujuh keliling. Selain menginfeksi komputer korbannya, virus juga akan meng-download spyware, scareware berupa antivirus palsu, dan menginfeksi lagi komputer korbannya,” kata Alfons.

Tidak cukup melakukan hal ini, Bredolab juga akan melakukan spam dari komputer korbannya. Akibatnya IP address komputer korban bisa diblok oleh perusahaan blacklist, karena mengirimkan spam dan mengganggu pengiriman e-mail.

Sedangkan cara penginfeksian virus Zbot lebih canggih. Virus ini tidak mengirimkan diri sebagai lampiran e-mail seperti Bredolab, yang bisa diblok oleh mailserver.

Virus itu menyebar melalui email phishing, seakan-akan pesan resmi dari Facebook untuk mengubah password. Jika link tersebut diklik, maka ia akan menampilkan situs palsu Facebook yang meminta korbannya memasukkan username dan password.

Jika dituruti maka username dan password pengguna Facebook akan diketahui oleh pembuat virus. Tidak cukup mencuri password Facebook korbannya, virus ini juga akan memberikan link ke file untuk diunduh yang dikatakan sebagai file update dari Facebook. Jika dijalankan, maka virus akan menginfeksi komputer korbannya dan mengakibatkan komputer itu mengirimkan spam.

Lalu bahaya terbesar apa yang bisa dialami user?

Alfons mengatakan tingkat bahaya tergantung dari korbannya. Korban bisa kehilangan akun Facebook dan jika ada nilai ekonomis di akun itu, misalnya data rahasia rekening perbankan maka akan bisa berpindah tangan.

“Selain itu yang perlu dikhawatirkan adalah bahaya jaringan komputer kantor yang menjadi korban virus ini. Jika komputer mengirimkan spam, maka IP kantor akan di-blacklist sehingga tidak akan bisa mengirimkan email dengan baik, dan seluruh email kantor tersebut akan masuk ke dalam kategori spam. Potensi kerugian ekonominya sangat besar,” ujar Alfons.

Untuk menghindari virus di Facebook, Alfons mengatakan pengguna komputer harus menggunakan program antivirus yang ter-update. Selain itu ia menyarankan pengguna komputer selalu waspada terhadap pemalsuan situs atau webforging.

“Jangan mudah percaya link yang diberikan. Khususnya pada saat memasukkan data penting seperti username dan password, sebaiknya perhatikan situs yang dikunjungi dengan seksama,” timpalnya. [inilah.com/arrahmah.com]

sumber : http://www.arrahmah.com
Read more ...

Logical Volume Manager (LVM) dan contoh real penggunaannya

Artikel ini ditulis berdasarkan pengalaman penulis karena kehabisan space di partisi /home. Dengan menggunakan LVM (Logical Volume Manager) maka kita dapat menggabungkan partisi lainnya ke dalam partisi /home untuk memperbesarnya. Sebelumnya, mari kita bahas dulu mengenai LVM. LVM adalah singkatan dari Logical Volume Manager. Dengan LVM ini pengaturan space dan partisi dalam harddisk menjadi lebih dari sekedar pengertian tradisional device dan partisi yang biasa kita ketahui selama ini. Secara tradisional, kita mengenal harddisk dari device namenya yaitu /dev/hda, /dev/hdb dstnya utk harddisk IDE dan /dev/sda, /dev/sdb dstnya untuk SCSI, dan partisi2nya seperti /dev/hda1, /dev/hda2, /dev/sda1, /dev/sda2 dstnya.
Tentu ada yang bertanya memangnya apa salahnya dengan pembagian partisi secara tradisional ini? Well, pernah bertanya2 bagaimana schema partisi yang sebaiknya kita pakai di Linux? Tidak jarang pertanyaan ini dijawab dengan kata2 "Pembagian partisi Linux lebih merupakan seni dan pengalaman daripada ilmu pasti". Mengapa begitu? Sebab kalau kita sampai salah mempartisi, dan kemudian ternyata partisi tersebut habis spacenya, maka akan cukup sulit dan memakan waktu untuk membetulkannya.

Tidak demikian bila kita menggunakan LVM. Dengan LVM, harddisk dibagi2 menjadi beberapa level Volume, yaitu Physical Volume, Volume Group, dan Logical Volume. Terlihat rumit? Jangan khawatir, LVM tidak sesulit yang dibayangkan.

Physical Volume (PV) adalah seperti arti harafiahnya yaitu partisi yang seperti kita kenal yaitu seperti /dev/hda1, /dev/hda2.
Volume Group (VG) adalah satu atau gabungan dari beberapa buah Physical Volume.
Logical Volume (LV) adalah volume2 yang kita buat di dalam Volume Group. LV ini nantinya bisa kita mount sesuai keinginan.

Sekarang bagaimana penerapannya?
Penulis baru2 ini menghadapi kendala dimana partisi /dev/hda6 yang di mount ke /home telah semakin sedikit free spacenya. Berikut ini adalah kondisi partisi berikut mount point harddisk saya sebelum LVM:

Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/hda5 6.4G 5.4G 617M 90% /
/dev/hda6 12G 10G 2G 83% /home
/dev/hda7 7G 3.1G 3.9G 44% /data
udev 252M 156K 252M 1% /dev
/dev/hda1 9.9G 7.8G 2.1G 79% /winc
/dev/hda2 2.0G 1.6G 397M 81% /wind

Penulis ingin menggabungkan partisi /dev/hda6 dan /dev/hda7 untuk mount point /home. Bagaimana caranya? Dengan menggunakan LVM tentunya.

Berikut ini adalah langkah2nya:
  • Backup dahulu data2 yang ada di partisi /dev/hda6 (/home) dan /dev/hda7 (data). Sebab kita harus mengubah jenis partisinya menggunakan fdisk sehingga data2 yang ada di kedua partisi tersebut akan hilang. Dalam hal ini penulis membackupnya ke sebuah external usb harddisk.

  • Setelah kita memastikan bahwa data2 telah di backup. Kita akan mulai mengubah jenis partisinya dari ext3 ke LVM (8e). Tapi sebelumnya kita pindah dahulu ke run level 3.
    init 3

  • Di run level ini kita login sebagai root. Mengapa tidak login sebagai user biasa? Sebab /home akan kita matikan. Kalau kita login sebagai user biasa maka kita tidak dapat meng-umount /home.

  • Umount /home dan /data
    umount /home
    umount /data

  • Kita mulai mengubah partisi. Perhatian. Pastikan benar2 bahwa kita tidak salah memilih partisi yang akan kita ubah. Dan juga pastikan bahwa kita telah membackupnya.
    fdisk /dev/hda

    The number of cylinders for this disk is set to 4864.
    There is nothing wrong with that, but this is larger than 1024,
    and could in certain setups cause problems with:
    1) software that runs at boot time (e.g., old versions of LILO)
    2) booting and partitioning software from other OSs
    (e.g., DOS FDISK, OS/2 FDISK)

    Command (m for help):

    t

    Partition number (1-8): 6
    Hex code (type L to list codes): 8e
    Changed system type of partition 6 to 8e (LVM)

    Ubah lagi untuk hda7

    t

    Partition number (1-8): 7
    Hex code (type L to list codes): 8e
    Changed system type of partition 7 to 8e (LVM)

    Setelah itu kita save:
    w

    The partition table has been altered!
    Calling ioctl() to re-read partition table.
    Syncing disks.

  • Kita akan kembali ke prompt. Kernel menyimpan informasi partisi di memory, yang dibaca pada saat booting. Bila kita tidak ingin melakukan booting ulang, maka kita bisa menggunakan command ini untuk memaksa kernel membaca kembali table partisi:
    partprobe

  • Kita cek apakah sudah benar partisinya:
    fdisk -l /dev/hda

    Disk /dev/hda: 40.0 GB, 40007761920 bytes
    255 heads, 63 sectors/track, 4864 cylinders
    Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

    Device Boot Start End Blocks Id System
    /dev/hda1 * 1 1281 10289601 7 HPFS/NTFS
    /dev/hda2 1282 1536 2048287+ b W95 FAT32
    /dev/hda3 1537 4864 26732160 5 Extended
    /dev/hda5 1537 2374 6731203+ 83 Linux
    /dev/hda6 2414 3942 12281661 8e Linux LVM <--- sudah berubah
    /dev/hda7 3943 4864 7405933+ 8e Linux LVM <--- sudah berubah
    /dev/hda8 2375 2413 313236 82 Linux swap / Solaris

  • Kita mulai membuat LVMnya:
    Buat PVnya:
    pvcreate /dev/hda6 /dev/hda7

    Physical volume "/dev/hda6" successfully created
    Physical volume "/dev/hda7" successfully created

    Kita dapat melihat statusnya:
    pvdisplay

    --- Physical volume ---
    PV Name /dev/hda6
    VG Name vghome
    PV Size 11.71 GB / not usable 0
    Allocatable yes (but full)
    PE Size (KByte) 4096
    Total PE 2998
    Free PE 0
    Allocated PE 2998
    PV UUID f9IDtR-6Xmo-Hnvu-Ou4T-77rW-nhM9-chIdqG

    --- Physical volume ---
    PV Name /dev/hda7
    VG Name vghome
    PV Size 7.06 GB / not usable 0
    Allocatable yes (but full)
    PE Size (KByte) 4096
    Total PE 1807
    Free PE 0
    Allocated PE 1807
    PV UUID 2oN8gs-B77y-Ks1I-LDnc-KBYX-faEN-tAbYhF

    Buat VGnya:
    vgcreate vghome /dev/hda6 /dev/hda7

    Volume Group "vghome" successfully created

    Kita dapat melihat statusnya:
    vgdisplay

    --- Volume group ---
    VG Name vghome
    System ID
    Format lvm2
    Metadata Areas 2
    Metadata Sequence No 2
    VG Access read/write
    VG Status resizable
    MAX LV 0
    Cur LV 1
    Open LV 1
    Max PV 0
    Cur PV 2
    Act PV 2
    VG Size 18.77 GB
    PE Size 4.00 MB
    Total PE 4805
    Alloc PE / Size 4805 / 18.77 GB
    Free PE / Size 0 / 0
    VG UUID SB7NBc-aqXR-k32e-2K7T-tji8-Y0Nt-6UiLZ4

    Buat LVnya:
    lvcreate -l 4805 -n lvhome vghome

    Logical Volume "lvhome" successfully created

    Dari mana kita tahu angka 4805 ini? Ia adalah banyaknya PE (Physical Extend) yang ada di dalam suatu VG. Dalam hal ini penulis memutuskan untuk memakai seluruh PE yang ada untuk LV lvhome.

    Kita dapat melihat statusnya:
    lvdisplay

    --- Logical volume ---
    LV Name /dev/vghome/lvhome
    VG Name vghome
    LV UUID Fe4kLr-Xn7R-ewnt-5TZj-4iWl-WIPF-S4qOFo
    LV Write Access read/write
    LV Status available
    # open 1
    LV Size 18.77 GB
    Current LE 4805
    Segments 2
    Allocation inherit
    Read ahead sectors 0
    Block device 253:0

  • Setelah membuat LVnya, kini kita dapat memformatnya. Penulis menggunakan ext3.
    mke2fs -j /dev/vghome/lvhome

    mke2fs 1.38 (30-Jun-2005)
    Filesystem label=
    OS type=Linux
    Block size=4096 (log=2)
    Fragment size=4096 (log=2)
    246432 inodes, 4920320 blocks
    246016 blocks (5%) reserved for the super user
    First data block=0
    151 block groups
    32768 blocks per group, 32768 fragments per group
    16320 inodes per group

    writing inode tables: done
    Creating journal (32768 blocks): done

  • Kemudian jangan lupa kita update file /etc/fstab. Hapus baris /dev/hda6 dan /dev/hda7. Kemudian ganti dengan:
    /dev/vghome/lvhome /home ext3 defaults 1 2

  • Kita pastikan bahwa LVM yang kita buat tersebut dapat berjalan dengan baik dengan cara memboot Linux kita.

  • Setelah boot, coba kita lihat apakah /home telah termount dengan baik, dan juga kita cek free spacenya.
    mount

    /dev/hda5 on / type ext3 (rw,acl,user_xattr)
    proc on /proc type proc (rw)
    sysfs on /sys type sysfs (rw)
    debugfs on /sys/kernel/debug type debugfs (rw)
    udev on /dev type tmpfs (rw)
    devpts on /dev/pts type devpts (rw,mode=0620,gid=5)
    /dev/mapper/vghome-lvhome on /home type ext3 (rw) <--- telah termount dengan baik /dev/hda1 on /winc type ntfs (ro,noexec,nosuid,nodev,gid=100,umask=0002,nls=utf8) /dev/hda2 on /wind type vfat (rw,noexec,nosuid,nodev,gid=100,umask=0002,utf8=true) Juga cek free spacenya: df -h

    Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
    /dev/hda5 6.4G 5.4G 618M 90% /
    udev 252M 164K 252M 1% /dev
    /dev/mapper/vghome-lvhome
    19G 12G 5.8G 68% /home <-- telah menjadi 19GB dan setelah kita copy balik data2 ke /home /dev/hda1 9.9G 7.8G 2.1G 79% /winc /dev/hda2 2.0G 1.6G 397M 81% /wind

  • Bandingkan dengan sebelum LVM:

    Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
    /dev/hda5 6.4G 5.4G 617M 90% /
    /dev/hda6 12G 10G 2G 83% /home
    /dev/hda7 7G 3.1G 3.9G 44% /data
    udev 252M 156K 252M 1% /dev
    /dev/hda1 9.9G 7.8G 2.1G 79% /winc
    /dev/hda2 2.0G 1.6G 397M 81% /wind

  • Selesai deeehhh... Kini kita telah berhasil menggabungkan 2 buah partisi menjadi 1 buah 'partisi' yang lebih besar menggunakan LVM.
Kesimpulan
Dengan adanya LVM maka management partisi menjadi lebih fleksible. Kapanpun kita membutuhkan space tambahan di salah satu partisi, kita akan dapat selalu memperbesarnya bila kita menggunakan LVM. Ada beberapa variasi yang dapat kita lakukan, seperti dengan sengaja tidak mengalokasikan beberapa persen dari space harddisk kita agar nanti dapat kita pakai bila ada salah satu partisi membutuhkannya, dll. Dengan adanya LVM kita tidak perlu khawatir lagi di dalam bagaimana mempartisi Linux kita.

LVM adalah produk yang telah cukup matang. Hal ini dapat kita lihat dimana beberapa distro besar telah menjadikannya default dalam installasinya. Jadi bila kamu akan menginstall Linux, bila memungkinkan gunakanlah LVM.

Merdeka!
Ilmu Pengetahuan adalah Milik Umat.

Sumber : Linux@arinet.org
Read more ...

Selasa, 30 Juni 2009

Instalasi DRUPAL 6.12

PERSYARATAN

Drupal membutuhkan web server, PHP 4 (4.3.5 atau lebih besar) atau PHP 5 (http://www.php.net/) baik dan MySQL (http://www.mysql.com/) atau PostgreSQL (http://www.postgresql.org/). Server web Apache dan MySQL database yang direkomendasikan; lainnya web server dan database seperti kombinasi dan IIS PostgreSQL telah diuji ke taraf yang lebih rendah. Bila menggunakan MySQL, versi 4.1.1 atau lebih dianjurkan untuk memastikan Anda dapat mentransfer data.

Untuk informasi lebih lanjut tentang persyaratan Drupal, lihat "Requirements" (http://drupal.org/requirements) di buku pegangan Drupal.

Untuk informasi tentang cara mengkonfigurasi tes lingkungan menggunakan server berbagai sistem operasi dan web server, lihat "Local server setup"
(http://drupal.org/node/157602) di buku pegangan Drupal.

OPSIONAL TUGAS

- Untuk menggunakan XML berbasis layanan seperti Blogger API dan RSS sindikasi,Anda akan memerlukan PHP XML ekstensi. Perpanjangan ini diaktifkan secara default.

- Untuk menggunakan Drupal's "Clean URLs" fitur pada sebuah web server Apache, Anda perlu yang modul mod_rewrite dan kemampuan untuk menggunakan lokal. htaccess file. Untuk Clean URL dukungan pada IIS, lihat "Using Clean URLs with IIS"(http://drupal.org/node/3854) di buku pegangan Drupal.

- Berbagai fitur Drupal mengharuskan web server proses (untuk contoh, httpd) dapat melakukan koneksi keluar. Ini biasanya memungkinkan, namun beberapa penyedia layanan hosting atau server konfigurasi seperti melarang sambungan. Fitur yang tergantung pada fungsi ini meliputi terpadu "Update status" modul (yang mendownload informasi tentang tersedia pembaruan Drupal inti dan diinstal kontribusi modul dan tema), kemampuan untuk log in melalui openid, mengambil feed aggregator, atau lainnya tergantung pada layanan jaringan.

INSTALASI

1. DOWNLOAD DRUPAL

Anda dapat memperoleh Drupal rilis terbaru dari http://drupal.org/. File dalam format. tar.gz format dan dapat digali menggunakan alat kompresi paling. Pada
Unix khas baris perintah, gunakan:

# wget http://drupal.org/files/projects/drupal-xxtar.gz
# tar-zxvf Drupal-x.x.tar.gz

Ini akan menciptakan sebuah direktori baru Drupal-xx / berisi semua file Drupal dan direktori. Memindahkan isi dari direktori tersebut ke dalam direktori web server root atau dokumen HTML direktori umum Anda:

# mv Drupal-xx / * drupal-xx/.htaccess / var / www / html

Jika Anda ingin memiliki standar antarmuka Inggris diterjemahkan ke bahasa yang berbeda, kami ada berita bagus. Anda dapat menginstal dan menggunakan dalam Drupal bahasa lain dari awal. Memeriksa apakah paket yang dirilis bahasa diinginkan tersedia untuk versi ini di Drupal http://drupal.org/project/translations dan men-download paket. Extract isi ke direktori yang sama di mana Anda diekstrak ke Drupal.

2. CREATE file konfigurasi DAN GRANT WRITE Permissions

Drupal datang dengan default.settings.php file ke dalam situs / default direktori. Installer menggunakan file ini sebagai template untuk membuat Anda pengaturan file menggunakan rincian yang Anda berikan melalui proses instalasi. Untuk menghindari masalah ketika melakukan upgrade, Drupal tidak paket dengan sebenarnya pengaturan file. Anda harus membuat sebuah file bernama settings.php. Anda dapat melakukannya dengan membuat salinan default.settings.php (atau membuat file kosong dengan nama ini di dalam direktori yang sama). Misalnya, (dari instalasi direktori) membuat salinan file default.settings.php dengan perintah:

# cp sites / default / default.settings.php situs / default / settings.php

Selanjutnya, web server memberikan hak untuk menulis sites / default / settings.php file dengan perintah (dari direktori instalasi):

# chmod o + w sites / default / settings.php

Sehingga file direktori dapat dibuat secara otomatis, berikan web server hak untuk menulis situs / default direktori dengan perintah (dari instalasi direktori):

# chmod o + w sites / default

3. THE Drupal CREATE DATABASE

Drupal memerlukan akses ke database untuk diinstal. Database Anda pengguna akan membutuhkan cukup hak untuk menjalankan Drupal. Informasi tambahan tentang hak, dan petunjuk untuk membuat database dengan menggunakan perintah baris yang tersedia di INSTALL.mysql.txt (untuk MySQL) atau INSTALL.pgsql.txt (untuk PostgreSQL).

Untuk membuat database menggunakan PHPMyAdmin atau berbasis web control panel berkonsultasi dokumentasi atau meminta penyedia layanan hosting.

Mencatat username, password, nama database dan hostname anda sebagai membuat database. Anda akan memasukkan semua item dalam menginstal script.

4. RUN THE INSTALL SCRIPT

Untuk menjalankan instalasi skrip titik browser anda pada URL website Anda (e.g., http://www.example.com). Anda akan dipandu melalui beberapa layar untuk menyiapkan data, membuat tabel, menambahkan akun pertama dan memberikan dasar web pengaturan situs.

Menginstal script yang akan mencoba untuk membuat direktori penyimpanan file di lokasi default di "situs/default/file" (lokasi dari file direktori dapat diubah setelah Drupal terinstal). Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu membuat direktori dan mengubah hak akses nya secara manual. Gunakan perintah berikut (dari direktori instalasi) untuk membuat file dan direktori server web memberikan hak tulis ke:

# mkdir sites/default/file
# chmod o+w sites/default/file

Menginstal script yang akan mencoba untuk menulis-melindungi dan file settings.php sites/default/settings.php direktori setelah menyimpan konfigurasi. Namun, Anda mungkin perlu menulis secara manual-melindungi mereka dengan menggunakan perintah (dari instalasi direktori):

# chmod a-w sites/default/settings.php
# chmod a-w sites/default

Jika Anda melakukan perubahan secara manual ke file nanti, jangan lupa untuk melindungi lagi setelah melakukan modifikasi. Kegagalan untuk mengeluarkan izin untuk menulis bahwa file risiko keamanan. Meskipun lokasi default untuk settings.php file yang di sites/default/settings.php, mungkin di lokasi lain jika anda menggunakan setup multi-situs, seperti yang dijelaskan di bawah ini.

5. Mengkonfigurasi Drupal

Setelah berhasil menginstal script, Anda akan diarahkan ke "Welcome" halaman, dan Anda akan login sebagai administrator sudah. Melanjutkan konfigurasi langkah awal yang diusulkan pada "Welcome" halaman.

Jika default Drupal tema adalah benar dan tidak menampilkan link pada halaman menghasilkan "Page Not Found" kesalahan, coba secara manual mengeset $base_url variable di file settings.php jika belum ditetapkan. Ada server yang saat ini dikenal FastCGI berjalan dapat berjalan menjadi masalah jika $base_url variable dibiarkan Komentar keluar (lihat http://bugs.php.netbug.php?id=19656).

6. REVIEW FILE SISTEM PENGATURAN DAN PENYIMPANAN FILE Permissions

File dibuat dalam direktori langkah 4 adalah file standar sistem jalan yang digunakan untuk menyimpan semua file yang diupload, dan juga beberapa file sementara yang dibuat oleh Drupal. Setelah instalasi, pengaturan sistem file path dapat dimodifikasi upload untuk menyimpan file di lokasi yang berbeda.

Anda tidak perlu mengubah path ini, tetapi Anda mungkin ingin mengubahnya jika:

- Anda berjalan beberapa situs Drupal instalasi dari satu codebase (mengubah file sistem jalan untuk setiap instalasi yang berbeda Upload direktori sehingga tidak tumpang tindih antara instalasi); atau

- Situs menjalankan sejumlah web server depan-belakang beban berakhir pengimbang atau reverse proxy (mengubah file sistem pada setiap jalur untuk menunjuk ke server bersama repositori).

Untuk mengubah sistem file path:

- Pastikan bahwa lokasi baru untuk path ada atau membuat jika diperlukan. Untuk membuat sebuah direktori baru bernama Upload, misalnya,menggunakan perintah berikut dari shell atau sistem prompt (sedangkan di instalasi direktori):

# mkdir Uploads

- Pastikan bahwa lokasi baru untuk path yang ditulis oleh server web server proses. Untuk memberikan izin untuk menulis sebuah direktori bernama Upload, Anda mungkin harus menggunakan perintah berikut dari shell atau sistem prompt (sementara dalam direktori instalasi):

# chmod o + w Uploads

- Akses file sistem pengaturan jalur di Drupal ini dengan memilih menu item dari menu navigasi:

# Administer > Site configuration > File system

- Masukkan path ke lokasi baru (misalnya: Upload) pada file Sistem jalan prompt.

- Mengubah sistem file path setelah file telah diupload dapat menimbulkan mendadak masalah yang ada di situs tersebut. Jika Anda mengubah sistem file path yang ada di situs, jangan lupa untuk menyalin semua file dari lokasi yang asli ke lokasi baru. Beberapa administrator menyarankan membuat dokumentasi file, terutama CHANGELOG.txt, bukan dibaca sehingga tepat versi Drupal anda berjalan sedikit lebih sulit untuk menentukan. Jika Anda ingin menerapkan opsional ini mengukur keamanan, gunakan perintah berikut dari shell atau sistem prompt (sementara dalam direktori instalasi):

# chmod a-r CHANGELOG.txt

- Perlu diketahui bahwa contoh yang hanya akan mempengaruhi CHANGELOG.txt. Sepenuhnya untuk menyembunyikan file dari semua dokumen publik, ulangi perintah ini untuk setiap dokumentasi yang Drupal file dalam direktori instalasi, penggantian yang nama setiap file untuk CHANGELOG.txt pada contoh.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pengaturan izin file, lihat Modifying Linux, Unix, and Mac file permissions" (http://drupal.org/node/202483) or "Modifying Windows file permissions" (http://drupal.org/node/202491) di online Buku panduan.

7. Tugas Cron MAINTENANCE

Banyak modul-modul Drupal periodik ada tugas-tugas yang harus dipicu oleh cron tugas pemeliharaan, termasuk cari modul (to build and update the index used for keyword searching), modul aggregator (to retrieve feeds from other sites), modul ping (to notify other sites about new or updated content), dan sistem modul (untuk melakukan pemangkasan dan pemeliharaan rutin pada sistem tabel). Untuk mengaktifkan tugas ini, memanggil cron dengan mengunjungi halaman http://www.example.com/cron.php, yang, pada gilirannya, melaksanakan tugasnya atas nama modul yang diinstal.

Kebanyakan sistem dukungan crontab utilitas untuk penjadwalan tugas seperti ini. Itu contoh crontab baris berikut ini akan mengaktifkan secara otomatis pada tugas cron hari:

# 0 * * * * wget -O - -q -t 1 http://www.example.com/cron.php

Informasi lebih lanjut mengenai pemeliharaan tugas cron yang tersedia di halaman bantuan dan Drupal buku online di http://drupal.org/cron. Contoh skrip dapat dapat ditemukan dalam scripts/ directory

Drupal ADMINISTRASI

Instalasi baru Drupal default untuk konfigurasi yang sangat dasar dengan hanya aktif dan beberapa modul sedikit akses.Menggunakan panel administrasi untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasi layanan. Sebagai contoh:

General Settings Administer > Site configuration > Site information
Enable Modules Administer > Site building > Modules
Configure Themes Administer > Site building > Themes
Set User Permissions Administer > User management > Permissions

Untuk informasi lebih lanjut tentang opsi-opsi konfigurasi, baca petunjuk yang menyertai pengaturan konfigurasi yang berbeda dan berkonsultasi dengan berbagai bantuan halaman yang tersedia di panel administrasi.

Community-contributed modules and themes are available at http://drupal.org/.

Menyesuaikan ANDA Theme (S)

Setelah instalasi anda sedang berjalan, anda harus menyesuaikan tampilan situs Anda. Beberapa contoh tema disertakan dan lebih dapat didownload dari drupal.org.

Sederhana kustomisasi tema Anda dapat dilakukan hanya dengan menggunakan CSS. Perubahan selanjutnya memerlukan pemahaman phptemplate mesin yang merupakan bagian dari Drupal. Melihat
http://drupal.org/handbook/customization untuk keterangan lebih lanjut.

MULTISITE Konfigurasi

Satu Drupal instalasi dapat host beberapa Drupal-powered situs, masing-masing dengan sendiri masing-masing konfigurasi.

Tambahan situs konfigurasi dibuat dalam subdirektori di dalam 'sites' direktori. Setiap subdirektori harus memiliki 'settings.php' file yang menentukan pengaturan konfigurasi. Cara termudah untuk membuat situs untuk menyalin yang 'default' dan memodifikasi direktori settings.php' file sebagaimana mestinya. Itu nama direktori baru dibangun dari situs URL. Konfigurasi untuk www.example.com dapat di 'sites/example.com/settings.php' (perlu diketahui bahwa 'www.'harus dihilangkan jika pengguna dapat mengakses situs di http://example.com/).

Situs tidak harus memiliki domain yang berbeda. Anda juga dapat menggunakan subdomain dan subdirektori untuk situs Drupal. Sebagai contoh, example.com, sub.example.com, sub.example.com/site3 dan dapat didefinisikan sebagai independen Drupal situs. Itu setup untuk konfigurasi seperti ini akan terlihat seperti berikut ini:

sites/default/settings.php
sites/example.com/settings.php
sites/sub.example.com/settings.php
sites/sub.example.com.site3/settings.php

Saat mencari situs konfigurasi (misalnya www.sub.example.com/site3),Drupal akan mencari file konfigurasi dalam urutan sebagai berikut, dengan menggunakan pertama ia menemukan konfigurasi:

sites/www.sub.example.com.site3/settings.php
sites/sub.example.com.site3/settings.php
sites/example.com.site3/settings.php
sites/www.sub.example.com/settings.php
sites/sub.example.com/settings.php
sites/example.com/settings.php
sites/default/settings.php


Jika Anda sedang menginstal di non-standar port, nomor port dianggap sebagai deepest subdomain. Sebagai contoh: http://www.example.com:8080/ dapat diambil Dari sites/8080.www.example.com /. Nomor port akan dihapus sesuai dengan pola di atas jika tidak ada port khusus konfigurasi ditemukan, seperti nyata subdomain.

Setiap situs konfigurasi dapat memiliki situs-modul spesifik dan tema dalam Selain itu dipasang di standar 'modules' dan 'themes' direktori. Untuk menggunakan modul-situs tertentu atau tema, cukup membuat 'modules' atau 'themes' direktori di dalam direktori konfigurasi situs. Misalnya, jika sub.example.com memiliki adat dan tema kustom modul yang tidak bolehdapat diakses oleh situs lain, setup akan terlihat seperti ini:

sites/sub.example.com/:
settings.php
themes/custom_theme
modules/custom_module


CATATAN: untuk informasi lebih lanjut mengenai beberapa virtual host atau konfigurasi pengaturan, berkonsultasi dengan buku pegangan Drupal di drupal.org.

Untuk informasi lebih lanjut tentang pengaturan Drupal file path di sistem multi-situs konfigurasi, lihat langkah 6 di atas.

INFORMASI LEBIH LANJUT

- Untuk tambahan dokumentasi, lihat buku online di Drupal
http://drupal.org/handbook.

- Untuk daftar pengumuman keamanan, lihat "Security announcements" halaman di http://drupal.org/security (tersedia sebagai RSS feed). Halaman ini juga menjelaskan cara berlangganan ini pengumuman melalui e-mail.

- Untuk informasi mengenai proses Drupal keamanan, atau untuk mengetahui bagaimana melaporkan
potensi masalah keamanan bagi tim Drupal keamanan, lihat "Security team"
http://drupal.org/security-team di halaman.

- Untuk informasi mengenai berbagai dukungan opsi yang tersedia, lihat "Support" di halaman http://drupal.org/support.
Read more ...

Sabtu, 20 Juni 2009

Mengenal Hak Akses Linux (CHMOD)

CHMOD akronim dari Change Mode adalah perintah shell di lingkungan Unix dan Unix-like. Pertaman kali dipergunakan di AT&T Unix versi 1, dan masih tetap dipergunakan hingga sekarang di mesin Unix-like. Ketika di eksekusi perintah ini akan merubah mode file dan direktori, mode yang dimaksud adalah hak akses terhadap file dan atau direktori.

tt { font-family: courier; } td { font-family: helvetica, sans-serif; } caption { font-family: helvetica, sans-serif; font-size: 14pt; text-align: left; }



Ada 2 macam cara (baca: representasi) dalam menerapkan CHMOD :

1. String Mode
* Berdasarkan kepada “siapa” hak diberikan
u (user) : hak akses “granted to” pemilik dari file atau direktori,
g (group) : hak akses “granted to” member dari group yang ada pada file atau direktori,
o (others) : hak akses “granted to” siap saja yang bukan pemilik file atau member dari groupnya
a (all) : mewakili ketiga diatas atau bisa dikatakan “a = ugo”.
* Berdasarkan Class (Basic Class)
r (read) : diberikan hak untul membaca file dan listing direktori,
w (write) : diberikan hak untukk memodifikasi file atau direktori,
x (execute) : diberikan hak untuk meng-execute file atau direktori dan sub direktori.
* Untuk penggunaan string mode diperlukan operator, yang berfungsi untuk merubah hak akses
+ : which adds the specified modes to the specified classes,
- : which removes the specified modes from the specified classes, and
= : which means that the modes specified are to be made the exact modes for the specified classes.
2. Octal Number
* Perintah CHMOD juga menerima mode format penulisan 3 atau 4 digit octal number

Contoh String Mode

User dan Group diberikan hak akses “membaca dan menulis” (baca : read write) terhadap file dokument.txt

$ chmod ug+rw dokumen.txt
$ ls -l dokumen.txt
-rw-rw—- 2 joko joko 96 Dec 8 12:53 dokumen.txt

Menghapus hak akses terhadap semua “a” (baca : owner, group, other) atau tidak memberikan hak akses file dokumen.txt terhadap siapapun (baca : owner, group, other).

$ chmod a-rwx dokumen.txt
$ ls -l dokumen.txt
———- 2 joko joko 96 Dec 8 12:53 dokumen.txt

Contoh Mode Octal Number

Memberikan hak akses baca tulis kepada owner dan group sedangkan other read saja terhadap file dokument.txt

$ chmod 0664 dokumen.txt
$ ls -l dokumen.txt
-rw-rw-r– 2 joko joko 4096 2007-07-09 12:39 dokumen.txt

atau

$ chmod 664 sample
$ ls -l dokumen.txt
-rw-rw-r– 2 joko joko 4096 2007-07-09 12:39 dokumen.txt

sumber : kampungmadura
Read more ...

Senin, 15 Juni 2009

Automount di Slackware

pengin coba automount. Langkah pertama edit file :

# nano /etc/group

root:x:0:root
bin:x:1:root,bin
daemon:x:2:root,bin,daemon
sys:x:3:root,bin,adm
adm:x:4:root,adm,daemon
tty:x:5:
disk:x:6:root,adm,ilham
lp:x:7:lp
mem:x:8:
kmem:x:9:
wheel:x:10:root
floppy:x:11:root
mail:x:12:mail
news:x:13:news
uucp:x:14:uucp
man:x:15:
audio:x:17:root,ilham
video:x:18:root
cdrom:x:19:root,ilham
games:x:20:
slocate:x:21:
utmp:x:22:
smmsp:x:25:smmsp
tape:x:26:root
mysql:x:27:
rpc:x:32:
sshd:x:33:sshd
gdm:x:42:nabila
shadow:x:43:
ftp:x:50:
apache:x:80:
messagebus:x:81:
haldaemon:x:82:
plugdev:x:83:root,ilham
power:x:84:
pop:x:90:pop
scanner:x:93:
nobody:x:98:nobody
nogroup:x:99:
users:x:100:
console:x:101:
machines:x:102:ilham$

Setelah di edit , lakukan :

# etc/rc.d/rc.messagebus restart
Stopping system message bus…
Starting system message bus: /usr/bin/dbus-uuidgen –ensure ; /usr/bin/dbus-daemon –system
# /etc/rc.d/rc.hald restart
Starting HAL daemon: /usr/sbin/hald –daemon=yes

Untuk menghindari konflik “/etc/fstab” dengan hal dan messagebus. Sebaiknya di disable saja dengan menggunakan tanda “#” atau di hapus. (kecuali entry untuk file system dan swap tentunya). isi “/etc/fstab”

#/dev/cdrom /mnt/cdrom auto noauto,owner,ro 0 0

source : http://www.ilmunet.info
Read more ...

Jumat, 05 Juni 2009

Tentang Rdesktop

Sehari-hari sekarang saya bekerja dengan notebook acer Aspire. Notebook ini diisi oleh Slackware yang cukup bersahabat selama saya pakai untuk bekerja. Di kamar saya juga punya komputer PC yang saya pasangi Windows XP. Saya sering mengkonekisikan jaringa antara laptop dengan komputer PC saya. dan lebih sering putar musik di komputer windows, Kadang lelah juga jika ingin bolak-balik ke komputer windows untuk putar musik. Saya akali saja kelelahan ini dengan mengakses Windows dari Acer. Setelah mencari info lewat Google saya jadi tahu ada aplikasi di lingkungan Linux yaitu rdesktop. Aplikasi ini sama fungsinya seperti Windows Remote Desktop, yaitu mengakses desktop Windows dari remote computer. Aplikasi rdesktop memungkinkan pengguna Linux untuk mengakses Windows dari mesin Linuxnya.

Lihat screenshot-nya di bawah ini, ini adalah tampilan Windows yang berjalan di . Jadi asyik bisa menggunakan Windows yang ada di my notebook dengan tampilan layar lebih besar dari ukuran aslinya.




Apliakasi rdesktop ini tersedia bebas di Internet,Instalasinya cukup mudah, seperti biasa tinggal jalankan saja perintah apt-get install seperti berikut ini :

ilham@slacky:~$ sudo apt-get install rdesktop

Untuk mengakses Windows desktop saya cukup menjalankan perintah berikut ini :

ilham@slacky:~$ rdesktop 192.168.1.13

Cukup mudah, tinggal sebutkan saja alamat IP Windows yang sedang berjalan di Lenovo. Perintah di atas dapat diperlengkapi dengan beberapa opsi menjadi seperti berikut ini :

tedy@tedy-laptop:~$ rdesktop -u "Tedy Tirtawidjaja" -p password -g 1280x700 192.168.1.13

Beberapa opsi yang dapat ditambahkan dalam perintah rdesktop ini adalah :

* -u : username Windows
* -p : password Windows
* -g : besar resolusi layar yang diinginkan
* -r sound:local : opsi ini dipakai untuk “menarik” suara dari remote ke local computer. Pada

kasus saya suara akan tetap keluar di speaker-nya Lenovo. Dengan opsi ini saya bisa memaksa supaya Windows mengeluarkan suaranya lewat slackware di Acer Aspire.

Dengan aplikasi ini saya jadi bisa menggunakan Windows & Slackware secara bersamaan tanpa harus berpindah-pindah notebook. Oh ya sama halnya dengan Windows Remote Desktop, saat saya mengambil alih desktop Windows dari Slackware maka tampilan desktop di layar PC langsung terkunci. Jadi dalam satu waktu hanya ada 1 desktop yang aktif. Sebaliknya saat saya kembali login di komputer PC, maka session rdesktop di Slackware langsung berakhir secara otomatis.
Read more ...
Diberdayakan oleh Blogger.
 

Comment


ShoutMix chat widget

Cari Blog Ini

Google Search

Top Friends


GILA LINUX | Template Ireng Manis © 2010 Free Blogger Template Ajah for DheTemplate.com - New Free Blogger Template Everyday